Artikel

Berbagai Legenda di Desa Kemasan

Desa Kemasan memiliki kantor desa yang berada di Dukuh Balong. Dukuh ini berbatasan dengan Dukuh Karang yang memiliki ciri khusus adanya pohon besar yang tumbuh di Pemakaman Dukuh Karang. Pohon tersebut bernama Pohon Sono (Wit Sono). Pohon ini telah berusia lebih dari dua abad dan menjulang tinggi sehingga dapat dilihat dari jarak puluhan kilometer. Wit Sono menjadi lambang desa sekaligus nama dukuh di dekatnya, yaitu Dukuh Tegalsono.

Pohon Sono (Wit Sono) yang terletak di Desa Kemasan
Desa Kemasan memiliki dukuh lebih dari dua puluh. Tiap-tiap dukuh mempunyai cerita legendaris yang berbeda-beda. Cerita-cerita tersebut merupakan cerita legenda yang berkaitan dengan nama dari legenda tersebut. Namun, ada pula yang dikaitkan dengan situs bersejarah yang merupakan peninggalan zaman dulu dari nenek moyang yang bergama Hindu, Buddha, maupun Islam.
Desa Kemasan memiliki situs sejarah dari agama Hindu, misalnya Batu Joli yang terletak di sebelah timur Dukuh Joli. Joli ini merupakan lambang bahwa masyarakat saat itu merupakan penganut agama Hindu Syiwa. Tempat ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat sehingga upacara sesaji dan membakar kemenyan setiap mereka akan mulai tanam juga panen padi meskipun mereka beragama Islam. Hal ini merupakan tanda kuatnya pengaruh agama Hindu di masyarakat.
Adapun dukuh-dukuh lain di Desa Kemasan yang mempunyai cerita legendaris sudah dipaparkan pada artikel-artikel sebelumnya. Perlunya membahasa legenda atau mitos ini dalam rangka perluasan wilayah dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Boyolali khususnya Desa Kemasan.
Desa Kemasan adalah menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata. Dukuh-dukuh di Desa Kemasan yang layak untuk ditampilkan sebagai skala prioritas yang memiliki legenda, antara lain:
  1. Legenda di Dukuh Balong
  2. Legenda di Dukuh Ngumbul
  3. Legenda di Dukuh Mungup
  4. Legenda di Dukuh Tangkisan
Demikian sebagian legenda yang dapat kita sampaikan kali ini. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah Swt karena telah memberikan kesempatan untuk membuat artikel ini. Tak lupa penulis juga berterima kasih kepada narasumber, yaitu Bapak H Jamal Ahmadi, atas semua informasi mengenai Desa Kemasan. Beliau adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Kemasan.
Penulis:
Ibu Suyati, S.Pd.I

2 comments:

  1. Kangen sama wit sono pas muncul kembang trs kembangnya berguguran kemana-mana...seperti bunga sakura di jepang...
    Hmmm...masih spt itu g y...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika waktu luang, ada baiknya kembali ke sini bernostalgia. sudah banyak perubahan di sini :)

      Delete

Copyright © 2018 Dewa Emas | Wpcoderx Template

Theme images by richcano. Powered by Blogger.