Artikel

Legenda di Dukuh Balong

Dukuh Balong adalah dukuh di mana pusat kantor pemerintahan, yaitu Balai Desa Kemasan didirikan. Dukuh Balong sebelumnya merupakan dukuh yang banyak dipengaruhi agama Hindu. Hal ini dikarenakan hampir setiap tempat terdapat bekas-bekas peninggalan Hindu berupa puing-puing arca dan reruntuhan bangunan berwujud batu bata merah berukuran besar.
Di Dukuh Balong pada waktu itu terdapat sebuah sumber mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Anehnya, sumber tersebut dari hari ke hari airnya senantiasa mengalami penambahan. Sehingga sumber yang tadinya dangkal menjadi dalam bahkan hampir memenuhi lahan di sekelilingnya. Selain itu, dalam sumber air tersebut juga terdapat Ikan Wader Pethok yang berkembang biak. Ikan Wader Pethok merupakan ikan yang banya hidup di air asin atau air laut. Melihat kejadian ini, salah seorang sesepuh masyarakat segera melapor ke pihak yang berwajib, dalam hal ini adalah abdi dalem Keraton Surokarto Hadiningrat yang kebetulan bertempat tinggal di Dukuh Ngumbul. Laporan tersebut ditanggapi positif oleh Raja Surakarta yang pada waktu itu dijabat Beliau Paku Buwono X (PB X).
Rombongan PB X segera datang ke Dukuh Balong. Setelah beliau melihat secara langsung sumber tersebut, beliau memprediksikan hal yang mengkhawatirkan sehingga merekomendasikan agar menutup sumber tersebut. Agar sumber tersebut bisa ditutup, maka tutup yang dipakai adalah gong (sebuah alat musik jawa yang terbuat dari perunggu).
Sang Raja bersabda bahwa dukuh tempat sumber air yang ditutup gong ini disebut Bal-Gong, yaitu kependekan dari Tambal-Gong. Dari kata Bal-Gong tersebut, kemudian seiring bergantinya waktu berubah menjadi Balong.
Lokasi Balong ini sekarang didirikan sebuah Musholla bernama Al-Qoyuum karena tanahnya merupakan wakaf dari pemiliknya, yaitu Mbah Somokayin. Kemungkinan besar tutup yang berwujud gong tadi sampai sekarang masih. Namun, sayang belum ada seorangpun yang melakukan riset di daerah ini.

Musholla Al-Qoyuum di Dukuh Balong
Mudah-mudahan dengan legenda singkat ini, ada pihak-pihak yang tertarik untuk melakukan uji coba mencari kebenaran legenda yang ada di tengah-tengah masyarakat Balong.
Narasumber:
Bp. H. Jamal Ahmadi

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2018 Dewa Emas | Wpcoderx Template

Theme images by richcano. Powered by Blogger.